Soal Jam Bermain Pemain di Timnas Inggris, Thomas Tuchel Tak Mau Bantu Pelatih-pelatih Klub

1 week ago 20
ARTICLE AD BOX

BolaSkor.com - Pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, bersikap tegas soal pemilihan atau memberi waktu kepada pemain-pemainnya soal waktu bermain. Sikap itu diperlihatkannya seiring memberi 'keuntungan' bagi pelatih-pelatih klub dengan alasan kebugaran.

Isu soal waktu bermain pemain di klub dan timnas di agenda internasional acapkali dibahas. Pemain-pemain lebih banyak bermain di klub dan kemudian gabung timnas untuk memainkan laga tambahan, dan itu kerapkali membuat pelatih-pelatih klub khawatir.

Seperti beberapa waktu lalu ketika John Stones kembali ke timnas Inggris dalam kondisi cedera, membuat Pep Guardiola kekurangan pemain.

Baca Juga:

Prediksi dan Statistik Inggris Vs Latvia: The Three Lions On Fire

Anthony Gordon Tinggalkan Skuad Inggris karena Cedera

Punya Kepercayaan Diri dan Nyali Besar, Myles Lewis-Kelly Siap Jadi Bintang Baru Inggris

Inggris, setelah menang 2-0 atas Albania, akan melawan Latvia di Wembley pada laga dua grup Kualifikasi Piala Dunia 2026, Selasa (25/03) pukul 02.45 dini hari WIB. Melihat lawan yang tidak diunggulkan dan jauh kualitas di atas kertas, Thomas Tuchel diharapkan merotasi pemain.

Rotasi itu termasuk dengan mencadangkan pemain-pemain di tim utama, yang juga masih memiliki target dengan klub, seperti Declan Rice, Harry Kane, Jude Bellingham.

Sikap Tegas Thomas Tuchel

Thomas
Thomas Tuchel (BBC Sport)

Tuchel, 51 tahun, dengan tegas menuturkan ia tidak akan memilih pemain-pemain demi untuk menguntungkan pelatih di level klub. Dalam hal ini, Tuchel mencontohkan Declan Rice di Arsenal saat ia tetap dimainkan klub di leg dua Liga Champions lawan PSV Eindhoven, meski sudah menang telak 7-1 di leg pertama.

"Mengingat fakta bahwa Declan Rice bermain setelah 7-1, leg pertama 7-1 dan Declan memainkan pertandingan berikutnya dengan Arsenal. Saya tidak merasa bahwa mereka terlalu memikirkan kami jadi saya rasa kami tidak perlu pusing memikirkan ini," ucap Tuchel dikutip dari Mirror.

"Saya mengurus para pemain. Kami mengurus jadwal. Namun, akan menjadi sinyal yang salah untuk memberi tahu para pemain sekarang, 'Hei, kalian akan menghadapi pertandingan klub yang berat jadi saya mengistirahatkan kalian sekarang'."

"Kami memiliki kualifikasi untuk dimainkan, kami melakukan apa yang baik untuk kami, kami memantau mereka, kami berhubungan dengan klub, kami berada dalam pemantauan tingkat tinggi di mana statusnya diketahui dan kami tidak akan mengambil risiko yang tidak profesional."

"Karena pertama-tama saya merasa bertanggung jawab atas para pemain. Saya tidak ingin pemain cedera, saya ingin para pemain bermain di perempat final Liga Champions – semuanya – karena saya ingin menontonnya, saya ingin melihatnya."

"Jadi di sinilah tempatnya dan pada akhirnya kami menjaga diri kami sendiri dan klub-klub menjaga diri mereka sendiri dan fokus utamanya adalah menjaga para pemain," urainya.

Read Entire Article
Penelitian | | | |