Kritik Keras Pelatih Asal Belanda untuk Timnas Indonesia: Ekspektasi Fans Ketinggian, Sindir Level Bermain Pemain Naturalisasi

1 week ago 29
ARTICLE AD BOX

BolaSkor.com - Kekalahan telak 1-5 Timnas Indonesia dari Australia baru-baru ini di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia menjadi sorotan. Pertandingan tersebut menjadi laga debut bagi sang pelatih, Patrick Kluivert, yang notabene mantan pemain top di Eropa.

Kritik menghampiri Timnas yang juga menyasar kepada PSSI setelah memecat Shin Tae-yong di tengah persaingan Indonesia dengan target lolos ke Piala Dunia 2026. Pasca kekalahan tersebut, kini Indonesia fokus pada laga berikutnya.

Indonesia akan melawan Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (25/03) pukul 20.45 malam WIB. Kemenangan menjadi harga mati untuk tetap menjaga asa lolos Piala Dunia, juga membangkitkan kepercayaan diri para pemain usai dibantai di Sydney.

Baca Juga:

3 Alasan Timnas Indonesia Akan Bangkit dan Membungkam Bahrain

Calvin Verdonk Nyaman Main Bareng Dean James di Timnas Indonesia

Patrick Kluivert Tegaskan Timnas Indonesia 100 Persen Wajib Menang atas Bahrain

Salah satu kritikan itu datang dari pelatih asal Belanda, Robert Maaskant, yang saat ini melatih Helmond Sport. Mantan pelatih Wisla Krakow, Groningen, NAC Breda, dan Go Ahead Eagles itu tidak setengah-setengah mengkritik Indonesia.

Sindir Pemain dan Ekspektasi Tinggi Fans

Para
Para suporter merayakan keberhasilan Timnas Indonesia ke Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan Putaran Final Piala Asia 2027. (BolaSkor.com/Paulus Dwi Arde)

Pelatih berusia 56 tahun itu mengawali dengan kritik kepada pemain-pemain Timnas Indonesia, khususnya mereka yang berkarier di Eredivisie. Menurutnya, pemain-pemain dengan level bermain menengah di Eredivisie mengalami kesulitan bermain di Timnas Indonesia dan situasi itu tak bisa berubah dengan cepat.

Beberapa pemain yang berkarier di Eredivisie itu seperti Calvin Verdonk, Dean James, Ivan Jenner, Thom Haye, dan Eliano Reijnders.

"Mereka adalah pemain hebat di Eredivisie, tetapi tentu saja kelompok itu tidak ada apa-apanya di level internasional. Itu tidak akan berubah dalam semalam. Anda bergantung pada pemain Anda," kata Maaskant dalam podcast Sportnieuws.nl De Maaskantine.

"Jika Anda memiliki pemain biasa-biasa saja di level internasional, Anda tidak boleh berharap untuk memiliki tim papan atas bersama dalam semalam."

Indonesia juga tak dapat berbuat banyak menghadapi Australia yang sudah punya pengalaman bermain di Piala Dunia, serta punya ranking di atas Indonesia. Maaskant dengan ketus menilai para pemain naturalisasi Indonesia tidak akan membela Timnas jika terpilih untuk timnas tempat mereka lahir, seperti timnas Belanda.

"Sekarang ada 10 pemain Belanda di starting line-up, tetapi Australia, yang telah bermain di Piala Dunia selama bertahun-tahun, ternyata terlalu kuat. Tapi mari kita jujur. Para pemain ini tidak akan memilih Indonesia jika mereka memenuhi syarat untuk tim nasional Belanda," tambah Maaskant.

Terakhir, Maaskant melihat ekspektasi dan pembicaraan dari fans kepada Timnas Indonesia terlalu berlebihan, khususnya kala Kluivert dan staf kepelatihannya datang.

"Kehebohannya terlalu besar. Kami sama sekali tidak mengenal tim itu dan jarang melihat mereka bermain. Satu-satunya hal yang kami dengar adalah: 'Wah, pemain Belanda itu akan ke sana, dan yang itu juga, dan yang itu akan ke sana'," urai Maaskant.

Read Entire Article
Penelitian | | | |