Dilema Mikel Arteta di Balik Cedera Serius Gabriel Magalhaes

21 hours ago 12
ARTICLE AD BOX

BolaSkor.com - Konsekuensi dari jadwal padat sepak bola di Eropa berdampak langsung kepada kondisi fisik pemain, yang dapat dilihat dengan banyaknya cedera menerjang pemain musim ini. Teranyar bek andalan Arsenal, Gabriel Magalhaes, cedera serius.

Gabriel (27 tahun), yang sudah memainkan 3.500 menit dengan 42 penampilan di seluruh kompetisi, cedera hamstring dan divonis absen hingga akhir musim. Ia harus menjalani operasi dan menjadi pemain ketiga Arsenal yang melakukannya setelah Bukayo Saka dan Kai Havertz.

Cederanya Gabriel menjadi pukulan telak karena Arsenal tengah menjalani musim krusial dalam upaya merebutkan titel Premier League dan Liga Champions.

Baca Juga:

Bebas dari Hukuman Larangan Tanding, Kylian Mbappe Bisa Tampil Lawan Arsenal

Prediksi dan Statistik Everton Vs Arsenal: Misi Lanjutkan Tren

Hasil Pertandingan: Manchester United dan Arsenal Beda Nasib, Real Madrid Tembus Final

Belum lagi badai cedera Arsenal belum berakhir dengan absennya Gabriel Jesus, Takehiro Tomiyasu, Havertz, Riccardo Calafiori. Tanpa Gabriel, Mikel Arteta memiliki opsi memainkan Jakub Kiwior atau Jurrien Timber sebagai tandem William Saliba di jantung pertahanan.

Dilema Mikel Arteta

Sang pelatih memiliki 'andil' di balik cedera hamstring Gabriel. Arteta mengakui dilema untuk tidak memainkan Gabriel, meski mengetahui kondisinya sempat tidak fit namun sang pemain ingin terus bermain demi tim. Arteta juga sudah diberi peringatan dari dokter tim.

"Kami sudah berdiskusi. Saya tidak tahu bagaimana kami akan melakukannya. Misalnya, kami pernah mengalami situasi dengan Gabi. Selama pertandingan West Ham, ia merasakan sesuatu di hamstringnya. Kami bermain tiga hari kemudian, enam hari kemudian, dan sembilan hari kemudian," papar Arteta dikutip dari Goal.

"Tiga hari kemudian, ia mengatakan bahwa ia siap bermain dengan grade satu. Ia berkata, 'Saya tidak merasakan apapun. Saya ingin bermain'."

Gabriel Magalhaes (@afcstuff)

"Itu adalah perjuangan berat untuk tidak memainkannya. Hari keenam, 'Yang ini pasti saya harus mainkan.' Semua orang berkata, 'Masih ada kemungkinan risiko untuk bermain.' Kami memutuskan setelah pertarungan besar, tidak bermain. Hari kesembilan, pertandingan lain."

"Yang ini pasti' (kata Gabriel). Dokter mengatakan ada sedikit risiko. Ia bisa absen lima, enam, tujuh minggu jika ia mengalami cedera setelah itu. Kami berkata untuk tidak bermain. Pada hari ke-12, ia bermain. Namun, saya sangat tergoda pada hari keenam untuk memainkannya."

Arteta mengakui tidak mudah untuk tidak memainkan Gabriel ketika ia mengaku dalam kondisi fit dan siap bermain.

"Jika saya memainkannya di hari keenam, dan dia mengalami cedera yang dialaminya saat melawan Fulham, dan dia absen selama empat minggu, empat bulan, saya akan sangat terpukul," imbuh Arteta.

"Jadi terkadang Anda melindungi pemain agar hal ini tidak terjadi, dan ketika pemain tersebut benar-benar terlindungi, maka hal ini juga akan terjadi. Ada satu hal, kawan, yang tidak dapat kami kendalikan."

"Anda ingin memainkannya karena pemain tersebut datang ke kantor Anda. 'Saya ingin bermain, saya ingin bermain, saya ingin bermain. Saya siap. Saya tahu tubuh saya. Jangan dengarkan hasil pemindaian!', Anda tahu."

"Jadi kami berusaha melakukan yang terbaik. Staf medis, saya juga menderita untuk mereka atas semua yang mereka lakukan karena saya tahu bahwa mereka merasa sangat bertanggung jawab atas hal itu. Namun, sulit untuk memasukkan sesuatu ke dalam sesuatu ketika ada banyak pemikiran tentang bagaimana kami membuat keputusan," urai Arteta.

Read Entire Article
Penelitian | | | |