Cuci Otak ala Pep Guardiola Bantu Perkembangan Karier Mantan Pemain Manchester City dan Juventus

1 week ago 23
ARTICLE AD BOX

BolaSkor.com - Pemain berpaspor Brasil berusia 33 tahun, Danilo, mengenang momen ketika dilatih oleh Pep Guardiola di Manchester City. Pujian dilontarkan olehnya untuk Guardiola karena sang pelatih mengubah pandangannya soal sepak bola.

Guardiola, 54 tahun, salah satu pelatih top di Eropa dan dunia berkat filosofi serta ide sepak bola yang dimilikinya. Ia meraih sukses kala melatih Barcelona (2008-2012), Bayern Munchen (2013-2016), dan kini melatih Man City sejak 2016.

Pro kontra mengiringi gaya bermain sepak bola Guardiola yang dinilai mengubah sepak bola secara garis besar di Eropa, yang bermain dengan sistematis mulai dari aturan memegang sepak bola enam detik, mengoper bola cepat, penguasaan bola, dan lain sebagainya.

Baca Juga:

Fans Berat, Pep Guardiola Habis-habisan Memuji Brighton

Pep Guardiola: Premier League Telah Mengalami Evolusi Besar

Konflik Fabio Capello dengan Pep Guardiola Berlanjut

Kendati demikian hal tersebut tak berlaku bagi Danilo. Selama dua tahun dilatih Guardiola di Man City (2017-2019), eks full-back Porto, Real Madrid, dan Juventus tersebut mengubah pandangannya mengenai sepak bola.

Cuci Otak ala Pep Guardiola

Pep
Pep Guardiola (X/FabrizioRomano)

Kala berbicara kepada The Guardian, Danilo menyesal tidak cepat bertemu dengan Guardiola sebelumnya. Ia mengakui apabila 'cuci otak' ala Guardiola mengembangkan kariernya hingga ia melihat sepak bola dengan pandangan berbeda.

"Pep Guardiola mendidik para pemainnya. Itulah hal terpenting tentang pekerjaannya. Ia membuat semua pemain berpikir tentang sepak bola dengan cara yang sama," papar Danilo soal Guardiola.

"Waktu, ruang, pergerakan, penguasaan bola, menjaga bola. Ia membuat Anda memahami ruang di lapangan tidak seperti pelatih lain dan ia menghayati permainan secara emosional tidak seperti pelatih lain."

"Saya dicuci otak oleh Guardiola, tetapi dengan cara yang baik. Rasanya seperti saya berada di universitas. Apa yang saya alami bersamanya memungkinkan saya untuk meningkatkan level saya dan mempertahankan level itu hingga hari ini."

"Bukannya saya bodoh sebelum tiba di Manchester City, tetapi saya menyadari bahwa saya bermain sepak bola dengan cara yang salah. Jika saya bertemu dengannya sebelumnya, ia akan membuat hidup saya jauh lebih mudah. Saya sangat senang bisa bermain di bawahnya dan bisa belajar darinya."

Danilo saat ini bermain di kampung halamannya bersama Flamengo. Pengemas 65 caps dan satu gol dengan Brasil meninggalkan Juventus pada 2025 setelah tak masuk rencana bermain Thiago Motta, yang kemudian dipecat dan digantikan Igor Tudor.

Read Entire Article
Penelitian | | | |