ARTICLE AD BOX
BANDUNG - Di tengah kesibukan perkuliahan, Ellana Givena Kerrysa, mahasiswi Program Studi Manajemen SBM ITB angkatan 2022, berhasil menorehkan prestasi gemilang. Ia meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi di Wisuda Oktober 2025 dengan nilai sempurna 3.99/4.00. Capaian ini bukan sekadar angka, melainkan bukti dedikasi dan kecintaannya pada bidang yang dipelajari.
Bagi Ellana, kesuksesan akademis adalah buah dari proses belajar yang dijalani dengan penuh semangat dan komitmen. Ia tidak hanya mengejar nilai, tetapi juga mendalami setiap materi perkuliahan dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Minat yang mendalam menjadi bahan bakar utamanya dalam meraih prestasi.
Namun, perjalanan Ellana tidak berhenti di ruang kelas. Ia membuktikan bahwa keseimbangan antara akademik dan kegiatan ekstrakurikuler sangat mungkin dicapai. Selama masa kuliahnya, Ellana aktif memberikan kontribusi di berbagai organisasi kemahasiswaan. Ia pernah mengemban amanah sebagai Wakil Direktur Jenderal Hubungan Eksternal Divisi Partnership Kabinet KM ITB, anggota Dewan Perwakilan Anggota (DPA) KMM bidang Analisis Kebijakan, serta Bendahara Persekutuan Mahasiswa Kristen ITB.
Pengalaman berorganisasi ini memberikannya pelajaran berharga yang tak ternilai, melampaui apa yang diajarkan di bangku kuliah. Ia mengasah kemampuan interpersonal, belajar mengelola waktu dengan efektif, dan mengemban tanggung jawab kepemimpinan. Kemampuan-kemampuan ini menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Menjaga performa akademik di tengah kesibukan organisasi bukanlah perkara mudah. Ellana menerapkan prinsip skala prioritas dalam mengatur waktunya. Ia memastikan keterlibatan organisasinya sesuai dengan kapasitas diri, sehingga performa akademiknya tetap terjaga konsisten. Baginya, keseimbangan adalah kunci.
Tak pelak, masa-masa sulit dan kelelahan kerap menghampiri. Ketika rasa burnout melanda, Ellana memiliki cara tersendiri untuk mengatasinya. Ia memilih untuk beristirahat sejenak, menjauh dari hiruk pikuk media sosial, dan memberikan waktu bagi dirinya untuk memulihkan energi sebelum kembali fokus pada perkuliahan.
"Kalau lagi burnout, lebih baik istirahat dan jangan memaksakan diri. Tapi setelah itu, harus lanjut lagi belajar, " ujarnya, menekankan pentingnya pemulihan diri sebelum kembali berjuang.
Salah satu momen yang paling membekas dalam benaknya adalah partisipasinya dalam proyek penelitian bersama dosen pembimbing. Proyek ini membawanya ke Kepulauan Seribu untuk menganalisis keberlanjutan sistem sirkulasi reuse dan recycle. Kesempatan untuk terjun langsung ke lapangan, mengamati sistem guna ulang, dan mewawancarai para pemangku kepentingan memberikan pengalaman praktis yang luar biasa.
Ellana berpesan kepada generasi muda agar tidak takut untuk memulai hal baru, baik dalam berorganisasi maupun mengikuti kompetisi. Ia mengutip nasihat dosennya, bahwa masa kuliah adalah waktu yang tepat untuk bereksplorasi dan belajar dari kegagalan, karena risiko di dunia kerja jauh lebih besar.
"Nikmati prosesnya, jangan takut gagal, dan jangan menyerah. Serahkan semuanya pada Tuhan, karena saya percaya semua kesuksesan kita datangnya dari Tuhan, " ungkapnya dengan penuh keyakinan.
Ke depan, Ellana berencana untuk terus mengeksplorasi berbagai bidang sesuai minatnya, sembari mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi magister di luar negeri. Ia berharap dapat terus bertumbuh dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui ilmu pengetahuan yang dimilikinya. (PERS)
















































