Komdis PSSI Minta Pelaku Tendangan Kungfu di Liga 4 Dihukum Berat oleh Asprov Jatim

2 days ago 12
ARTICLE AD BOX

BolaSkor.com - Ketua Komite Disiplin (Komdis) PSSI, Umar Husin, buka suara soal insiden yang terjadi pada pertandingan babak 32 besar Liga 4 PSSI Jatim yang mempertemukan PS Putra Jaya Pasuruan dengan Perseta 1970 di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Senin (5/1).

Dalam pertandingan itu pemain Putra Jaya Pasuruan, M Hilmi, terlihat dengan sengaja menendang pemain Perseta 1970, Firman Nugraha, dengan sengaja.

Tendangan yang mengarah ke dada itu membuat Firman kolaps dan harus mendapatkan tindakan medis.

Umar Husin menjelaskan bahwa Komdis PSSI tidak punya wewenang mengambil tindakan karena pelaksanaan Liga 4 berada di bawah kendali setiap asprov.

Baca Juga:

Era Baru, PSSI Resmi Tunjuk John Herdman sebagai Suksesor Patrick Kluivert

John Herdman Tiba di Indonesia 11 Januari, Sehari Kemudian Diperkenalkan Resmi oleh PSSI

Sebut Timnas Indonesia Mirip Kanada, Ini Pernyataan Pertama John Herdman Usai Diumumkan PSSI

Umar mengimbau kepada komdis atau panitia disiplin setempat, dalam hal ini Komdis Asprov PSSI Jawa Timur untuk mengambil tindakan tegas.

Umar meminta mereka tidak ragu memberikan hukuman berat terhadap pelaku pelanggaran tersebut.

"Kami mengimbau kepada teman-teman yang menjadi Panitia Disiplin atau berperan sebagai Komite Disiplin di semua tingkatan liga untuk tidak ragu-ragu menghukum pihak-pihak yang melakukan pelanggaran-pelanggaran yang keras, brutal, sehingga tidak mengganggu jalannya kompetisi," kata Umar Husin dalam keterangannya kepada media, Selasa (6/1).

"Itu imbauan kami selaku Ketua Komdis kepada semua pihak yang bertugas sebagai Panitia Disiplin maupun sebagai Komite Disiplin di semua tingkatan liga agar memperhatikan Kode Disiplin dan rule of the game," ujarnya menambahkan.

Menurut Umar, keselamatan seorang atlet telah diatur secara jelas dalam UU Nomor 11 Tahun 2022 tentang Sistem Keolahragaan Nasional.

Di UU tersebut, kata Umar, ada pasal-pasal yang mengatur keselamatan atlet, di mana turunannya khusus sepak bola ada di kode disiplin PSSI.

"Jadi itu penegasannya, agar Komdis di tingkat daerah ataupun Pandis (Panitia Disiplin) itu bisa bertindak tegas tanpa ragu-ragu gitu. Demi melindungi olahraga, khususnya sepak bola dan atlet," tuturnya.

Read Entire Article
Penelitian | | | |